Wagub Buka Rakercab GAPKI Kaltim, Komoditas Sawit Penghasil Devisa Negara

img

(Gubernur Kaltim)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim Tahun 2021 secara zoom meeting, Rabu 24 Agustus 2021.

Kegiatan virtual dan langsung yang dilaksanakan Platinum Hotel Balikpapan,  bertema meningkatkankolaborasi para pihak dalam rangka menjaga industri kelapa sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di era pandemi Covid-19. Dan di ikuti Ketua Umum Gapki Pusat Joko Supriyono, Ketua Gapki Cabang Kaltim Muhammadsjah Djafar serta jajaran pengurus Gapki pusat dan Gapki cabang Kaltim, Kadisbun Kaltim.

Hadi Mulyadi mengatakan secara umum, perkelapasawitan merupakan salah satu komoditas menambah devisa bagi bangsa Indonesia, serta se Indonesia menyerap  jutaan tenaga kerja termasuk di Provinsi Kaltim.

"Oleh oleh karena itu atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Kaltim mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas kerja kerasnya, termasuk bantuan-bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat sekitar perusahaan sawit, khususnya yang terdapak Covid-19," kata Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi juga berharap kepada pengurus  Gapki Pusat, dapat menyampaikan aspirasi terhadap rancangan UU Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang belum memuat perkelapa sawitan.

Sementara RUU perkelapa sawitan pada  sambutan Ketua DPR RI pada saat 16 Agustus lalu, belum  masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tapi tidak di prioritaskan.

"Kita harapkan dalam pasal-pasal perkelapa sawitan tersebut bisa memuat hak daerah dan  masuk  DBH untuk perkelapa sawitan, mudah-mudahan Ketua Gapki pusat bisa memperjuangkannya, walaupu kami seblumnya juga sudah bersurat,"tandasnya.

Hadi Mulyadi berharap pelaksanan Rakercab Gapki Kaltim yang dilaksanakan setiap tahunnya,  bukan semata memenuhi kewajiban amanah AD/ART organisasi. Tapi, bagaimana mendesain program kerja, sekaligus memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi usaha perkebunan kelapa sawit di Kaltim.(mar)